Ini Dia Bedanya Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Table of Contents

Kampung Inggris – Masih banyak pelajar bahasa Inggris yang merasa bingung saat harus menggunakan was dan were dalam kalimat. Padahal, dua kata ini termasuk materi dasar grammar yang sering muncul dalam percakapan, tulisan, bahkan soal ujian. Kesalahan menggunakan was dan were bisa membuat kalimat terdengar tidak natural, bahkan salah secara struktur.

Karena itu, penting untuk benar-benar memahami bedanya was dan were dalam bahasa Inggris. Kedua kata ini memang sama-sama termasuk to be bentuk lampau (past tense), tetapi penggunaannya sangat bergantung pada subjek dan konteks kalimat.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap tentang bedanya was dan were, mulai dari pengertian dasar, aturan penggunaan, hingga contoh kalimat yang sudah dikoreksi agar sesuai kaidah bahasa Inggris yang benar.

Pengertian Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Sebelum membahas lebih jauh tentang bedanya was dan were, kita perlu memahami posisi keduanya dalam grammar bahasa Inggris.

Was dan were adalah bentuk past tense dari to be. Jika di present tense kita mengenal is, am, dan are, maka di bentuk lampau berubah menjadi was dan were.

Secara fungsi, was dan were digunakan untuk:

  • menjelaskan keadaan di masa lalu
  • menghubungkan subjek dengan keterangan
  • membentuk kalimat nominal
  • digunakan dalam past continuous dan passive voice

Dengan kata lain, was dan were tidak digunakan untuk kejadian sekarang atau masa depan.

Bedanya Was dan Were Berdasarkan Subjek

Perbedaan paling dasar antara was dan were terletak pada subjek kalimat.

Penggunaan Was

Was digunakan untuk subjek:

  • I
  • He
  • She
  • It

Semua subjek tersebut bersifat tunggal.

Contoh:

  • I was tired yesterday
  • She was at home last night
  • He was very busy last week
  • It was a great movie

Penggunaan Were

Were digunakan untuk subjek:

  • You
  • We
  • They

Baik tunggal maupun jamak untuk “you”.

Contoh:

  • You were late this morning
  • We were in Bandung last weekend
  • They were happy with the result

Inilah aturan paling penting dalam memahami bedanya was dan were.

Bedanya Was dan Were dalam Simple Past Tense

Simple past tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang:

  • terjadi di masa lalu
  • sudah selesai
  • tidak berlanjut sampai sekarang

Dalam kalimat simple past tense nominal (tanpa kata kerja), penggunaan was dan were wajib.

Contoh yang benar:

  • She was sick last night
  • They were in Medan last week

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur was/were dengan verb 2.

❌ I was buy a pencil yesterday
✅ I bought a pencil yesterday

Catatan penting:
Jika kalimat sudah memakai verb 2, maka tidak perlu was atau were.

Bedanya Was dan Were dalam Past Continuous Tense

Past continuous tense digunakan untuk menjelaskan kejadian yang sedang berlangsung di masa lalu.

Rumus:
was/were + verb-ing

Pemilihan was atau were tetap mengikuti subjek.

Contoh:

  • I was eating a burger at 3 PM yesterday
  • He was traveling to Turkey
  • You were listening to music
  • They were studying when I arrived

Kesalahan umum:
❌ You were not listening a music
✅ You were not listening to music

Preposisi dan struktur juga perlu diperhatikan agar kalimat benar secara grammar.

Bedanya Was dan Were dalam Kalimat Nominal (Non-Verbal)

Kalimat nominal adalah kalimat tanpa kata kerja utama, biasanya diikuti:

  • adjective
  • noun
  • adverb

Dalam bentuk lampau, kalimat ini harus menggunakan was atau were.

Contoh yang benar:

  • She was moody yesterday
  • They were at my parents’ house last night
  • I was angry with my friend

Kesalahan yang sering terjadi:
❌ I was bad things with my friend
✅ I was on bad terms with my friend
atau
✅ I had a bad relationship with my friend

Bedanya Was dan Were dalam Passive Voice

Was dan were juga digunakan dalam kalimat pasif (passive voice).

Rumus passive voice past tense:
was/were + verb 3

Contoh:

  • My favorite soup was cooked by my uncle last night
  • The room was cleaned yesterday
  • The invitations were sent last week

Perhatikan bahwa pemilihan was atau were tetap bergantung pada subjek kalimat pasif, bukan pelaku.

Penggunaan Were dalam Subjunctive Mood

Inilah bagian yang sering membuat bingung, tetapi sangat penting dalam memahami bedanya was dan were.

Dalam subjunctive mood, kata were digunakan untuk menyatakan:

  • pengandaian
  • sesuatu yang tidak nyata
  • harapan yang bertentangan dengan fakta

Menariknya, meskipun subjeknya I, he, she, tetap menggunakan were, bukan was.

Contoh:

  • I wish I were in Cappadocia
  • He acts as if he were a celebrity
  • She talks as if she were a millionaire

Bentuk ini tidak menggambarkan masa lalu, tetapi kondisi imajiner.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Was dan Were

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • menggunakan was untuk subjek jamak
  • mencampur was/were dengan verb 2
  • menggunakan was dalam subjunctive mood
  • menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia

Dengan memahami pola dan contoh yang benar, kesalahan ini bisa dihindari.

Tips Mudah Mengingat Bedanya Was dan Were

Agar tidak bingung, kamu bisa mengingat pola berikut:

  • I, he, she, it → was
  • you, we, they → were
  • andai-andai → always were

Dengan latihan rutin, penggunaan was dan were akan terasa otomatis.

Penutup

Setelah membaca penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa bedanya was dan were terletak pada:

  • subjek kalimat
  • jenis tense
  • konteks penggunaan (fakta atau pengandaian)

Was digunakan untuk subjek tunggal dan kejadian nyata di masa lalu.
Were digunakan untuk subjek jamak dan semua bentuk pengandaian.

Memahami perbedaan ini akan membuat kemampuan grammar kamu jauh lebih rapi dan natural, baik dalam tulisan maupun percakapan.

Kalau menurut kalian artikel kami sangat bagus dan bermanfaat, jangan lupa share artikel kami di media sosial kalian. Dan kabarin juga teman kalian yang ingin belajar bahasa Inggris. Jangan lupa untuk follow akun instagram, akun tiktok, dan akun twitter kami ya teman-teman. Kalau kamu tertarik untuk belajar bahasa Inggris, kamu bisa kunjungi website kami disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Siap belajar di Kampung Inggris?

Mr. Bob punya 5 program — dari reguler, TOEFL/IELTS, online, juniors, sampai pesantren.

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Beasiswa LPDP? Ini Syarat, Tahapan, dan Cara Daftarnya

Kampung Inggris – LPDP adalah salah satu program beasiswa paling bergengsi di Indonesia. Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa dari berbagai ....

10 Fakta Mengenai Kampung Inggris yang Perlu Kamu Tahu

Kampung Inggris sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi belajar bahasa paling populer di Indonesia. Setiap tahun, ribuan pelajar dari ....

Apa Bahasa Inggrisnya Puasa? Ini Dia Artinya dan Contoh Penggunaannya

Kampung Inggris – Puasa adalah istilah yang sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, terutama saat bulan Ramadan. Tapi ketika harus ....

BACA JUGA

Artikel yang Mungkin Kamu Suka

Kenapa Konsistensi Lebih Sulit daripada Motivasi?

Kampung Inggris – Banyak orang pernah merasakan semangat besar saat memulai sesuatu. Misalnya ingin olahraga rutin, belajar bahasa Inggris, menabung, ....

10 Universitas Favorit di Cina Pilihan Mahasiswa Indonesia

Kampung Inggris – China atau yang sering disebut Cina menjadi salah satu tujuan favorit mahasiswa internasional, termasuk mahasiswa Indonesia. Tidak ....

Kenapa Banyak Orang Sulit Berkembang Meski Sudah Banyak Belajar?

Kampung Inggris – Pernah tidak kamu merasa sudah belajar banyak hal, ikut kelas ini itu, baca buku motivasi, nonton video ....

Apakah Belajar Lebih dari Satu Bahasa Asing Bisa Membingungkan?

Kampung Inggris – Di era global seperti sekarang, kemampuan berbahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah, tapi sudah jadi kebutuhan. ....

Arti Dari Kata “Orange” Ga Hanya Warna Oranye Aja, Tapi Artinya Juga Jeruk Lho!

Kampung Inggris – Kalau kamu sedang belajar bahasa Inggris, pasti pernah menemukan kata orange. Biasanya, kata ini langsung diartikan sebagai ....

150 Kosakata Nama Buah (Fruits) dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Kampung Inggris – Belajar bahasa Inggris memang tidak pernah ada habisnya. Semakin sering kamu belajar, semakin kamu sadar bahwa kosakata ....